Selasa, 21 Agustus 2012

GIZI YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN ANAK

Menurut data statistik penelitian, perbedaan rata-rata tinggi badan anak-anak lelaki China yang berusia 7 tahun lebih pendek 0,5-0,6 cm dibandingkan dengan anak-anak Jepang yang berusia sama. Sedangkan perbedaan rata-rata pemuda dan pemudi yang berusia 15-18 tahun lebih pendek 0,6 cm dan 1,4 cm dibandingkan dengan orang Jepang yang berusia sama. Jika dengan seksama diteliti sebabnya, maka dapat dipastikan berhubungan langsung dengan berapa banyak asupan gizinya. Pada masa perekonomian Jepang yang maju pesat di abad 20 pada masa 1950-1970-an, tinggi badan anak-anak muda bertambah 1 cm setiap 10 tahun, dan selama puluhan tahun ini, pada setiap generasi pertumbuhan mereka bertambah tinggi besar dan berisi. Sejak pemerintah China mengadakan reformasi, taraf kehidupan rakyat menunjukkan peningkatan, terlebih lagi setelah memasuki abad 20 pada masa 1980-1990-an, maka masa kecepatan pertumbuhan tinggi badan anak-anak dan pemuda China telah tiba. Dan demi untuk meningkatkan tinggi badan anak-anak, maka masalah gizi perlu mendapat perhatian yang serius. Gizi adalah batu bata yang menopang penambahan tinggi badan anak-anak, tinggi badan yang ideal tentu saja tak terpisahkan dengan gizi yang sesuai. Peningkatan yang utama pada tinggi badan adalah tergantung pada pertumbuhan dan perkembangan tulang panjang, serta endapan bone gelatin matriks dan mineral subtance yang dihasilkan. Saat pertumbuhan tulang dan tulang lunak menurun, terlebih lagi bila kemampuan proliferasi sel tulang lunak dan perpaduan bone gelatin matriks menurun, maka pertumbuhan tulang panjang akan terbatasi, yang akhirnya mengakibatkan pertumbuhan badan menjadi mandek. Ada anak-anak yang dikarenakan pengaruh komposisi makanan yang tidak sesuai, yang suka memilih-milih makanan dan kesukaan terhadap makanan yang khas serta pengaruh penyakit diare dan lainnya, maka dalam tubuh mereka akan kekurangan protein dan berbagai gizi. Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa protein, kalsium, fosfor, vitamin A dan yodium, nyata sekali mempunyai efek langsung terhadap pertumbuhan tinggi badan. Sedangkan beberapa zat gizi lainnya seperti zat besi, riboflavin, seng, dan vitamin A, mempengaruhi nafsu makan dan fungsi kekebalan penyakit anak-anak, mempengaruhi kinerja usus besar, yang secara tidak langsung juga mempengaruhi tinggi badan anak-anak. Protein: Daging dan jeroan hewan mengandung protein dalam jumlah besar, dan merupakan "bahan bangunan" yang utama dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dalam pembentukan tulang dan masa pertumbuhan sebagai sumber perekat yang sangat penting, banyak mengandung asam amino yang spesifik dan glycine, proline dll. Dalam makanan, jika hanya mengandung protein tumbuh-tumbuhan saja, asupan gizi yang tersedia tidak cukup tinggi, terlebih lagi kandungan kadar lysine yang bermanfaat untuk pertumbuhan peningkatan tinggi badan tidak cukup. Tiga kali sehari dalam makanan anak-anak harus dipenuhi dengan protein bermutu tinggi, seperti misalnya ikan, udang, daging, telur susu, dan bahan makanan dari jenis kacang dll. Seng: Seng adalah gizi penting yang bisa membantu pertumbuhan tinggi badan anak-anak. Di saat anak-anak kekurangan seng dalam proses pertumbuhan yang lamban, maka dengan jelas menunjukkan penurunan kadar seng dalam pembentukan susunan organ dan kapasitas pertumbuhan tubuh akan melambat pada saat yang bersamaan. Kekurangan seng pada anak-anak masih akan mempengaruhi secara langsung pembagian sel tulang dan proses dasar proliferasi. Selain itu, komposisi seng juga mempengaruhi pembentukan serta pertumbuhan hormon dan produksi insulin yang juga berperan penting pada faktor pertumbuhannya. Kalsium dan fosfor: Kalsium dan fosfor adalah kadar mineral substance yang paling banyak terdapat dalam tubuh, rata-rata 99% kalsium dan 80% fosfor tersimpan dalam tulang. Kapasitas serapan kalsium pada anak-anak bangsa China jauh sekali berbeda dibandingkan dengan anak-anak bangsa Jepang. Di saat yang sama, dikarenakan juga imbangan penggunaan kalsium organisme dalam makanan dari tumbuh-tumbuhan sangat rendah, karena itu, sehari-hari, anak-anak seharusnya mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium, seperti misalnya susu, kacang-kacangan, sayuran dll., jika perlu dilengkapi dengan mengonsumsi tablet kalsium. Berjemur matahari, dan banyak berolahraga juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang. Vitamin A: Sangat diperlukan untuk memelihara pertumbuhan anak-anak dan mempunyai efek penting terhadap keaktifan sel tulang dan tulang rawan. Selain itu vitamin A masih bisa mempengaruhi penambahan tinggi badan melalui hormon kelenjar gondok. Dan selain gizi di atas yang bermanfaat langsung terhadap tinggi badan, zat besi seng, riboflavin dan vitamin A masih bisa meningkatkan nafsu makan anak-anak, mendorong pengeluaran getah cerna, mempengaruhi pembentukan bulu halus dalam usus 12 jari dan penangkalan terjangkit penyakit, sehingga membantu mendorong pertumbuhan tinggi badan anak-anak. Dalam hidup manusia, terdapat dua masa puncaknya pertumbuhan tinggi badan: pertama adalah pada tahun pertama kelahiran, pertumbuhan tinggi badan bisa mencapai 25 cm. Masa puncak kedua muncul pada usia 12-14 tahun, dan pada saat itu kecepatan pertumbuhan akan sangat pesat. Pada masa seperti ini pertumbuhan tinggi badan bisa mencapai 25-30 cm. Dan setelah melalui masa akil balig, maka tulang dalam kerangka tulang mulai merapat, kemudian pertumbuhan tinggi badan juga akan terhenti. Oleh karena itu, jika mendambakan tinggi badan yang ideal, maka jangan sekali-kali mengabaikan gizi yang sesuai untuk anak-anak dan remaja. (erabaru.net)*